Pages

Sabtu, 23 Mei 2015

Review Non-fiksi : Smardiary Fisika SMP Kelas 7,8,9 by Wijaya Kurnia Santoso



Judul : Smartdiary Fisika SMP Kelas 7, 8, 9
Penulis : Wijaya Kurnia Santoso
Jumlah Halaman : iv + 232 hlm.
Penerbit : Tangga Pustaka
Cover Designer : Yulai Tse
Tahun : 2014
Harga : Buntelan April
ISBN : 978-979-083-092-9

            Fiuh! Akhirnya buntelan yang ditunggu berminggu-minggu ini sampai juga. Saya yakin saya adalah orang terakhir yang me-review buku dari buntelan yang sama. Hehe...
            Bertemu bacaan yang berhubungan dengan Fisika seolah menjadi pengobat rindu sekaligus mengoyak luka lama. Zaman SMA dulu, Fisika memang menjadi mata pelajaran favorit saya, bahkan tanpa disuruh saya dengan suka hati mengerjakan semua latihan soal Fisika di buku persiapan UN beserta cara penyelesaiannya. Ya, saya memang cinta mati sama ilmu yang penuh rumus-rumus alfabetik ini. Sayangnya, kisah kasih saya dengan Fisika berakhir seiring dengan lulusnya saya dari bangku SMA. Alih-alih mengambil jurusan Fisika murni atau Pendidikan Fisika saat kuliah, saya justru terdampar di English Department. If the fate works, no one can interfere!
            Empat tahun tak bersentuhan dengan Fisika membuat saya ragu bisa paripurna me-review buku yang jelas jauh beda dengan me-review buku-buku fiksi. Syukurnya, dugaan saya tidak terwujud namun juga tidak sepenuhnya salah karena di beberapa bagian saya sudah lupa sama sekali dengan cara penyelesaian soal-soal latihan walaupun sudah ditelaah berulang-ulang.
            Tanpa berpanjang lebar, inilah my first non-fiction review!
            Secara fisik, buku ini bisa dibilang buku saku karena ukurannya yang cukup kecil. Dan oleh karena itu pula lah pembahasan di dalam buku ini tidak mendetail. Secara appearance, buku bersampul pink ini punya penampilan yang simple tapi menarik. Layout isi yang hanya berupa sentuhan warna pink juga cukup ampuh untuk mengusir rasa bosan jika sedang jenuh-jenuhnya memikirkan soal yang tidak kunjung terselesaikan. Oh ya, saya juga suka dengan jenis kertas yang dipakai. Saya juga tidak tahu sih ini jenis kertas apa, yang jelas ini jenis kertas yang dipakai oleh novel-novel sekarang. Yang ringan dan berwarna agak kecokelatan.
            Smartdiary Fisika ini berisi 17 bab. Tiap bab berisi rumus-rumus sesuai pembahasan dan beberapa contoh soal beserta penyelesaiannya. Dan tentu saja, karena ini buku penunjang, maka juga disediakan soal-soal latihan beserta kunci jawaban meskipun tidak disertai cara penyelesaian.
            Setelah mengulik-ulik isi dari buku ini, saya berhasil mengumpulkan beberapa kekeliruan yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan untuk revisi cetakan berikutnya.
            Pertama, di halaman 4 contoh soal no 1. Di sana tertera bahwa jawaban yang benar adalah A untuk soal pasangan besaran dan satuan yang sesuai dalam Sistem Internasional. Massa Jenis dengan satuan kg/m3 memang adalah jawaban yang benar, tetapi jika diteliti lagi, Kuat Arus dengan satuannya ampere juga termasuk pasangan besaran dan satuan dalam Sistem Internasional, sehingga jawaban dari contoh soal no 1 seharusnya ada dua yaitu A dan D.
            Kedua, untuk kasus contoh soal no 2 dan 3 di halaman 5 dan 6 sebenarnya bukan masalah kesalahan namun hanya penyusunan redaksi kalimat soal yang agak ribet dimengerti. Susah juga sih untuk membuat perintah yang lebih simpel dengan maksud yang sama karena kedua contoh soal ini meminta penjawab untuk menjawab dua pertanyaan sekaligus.


            Ketiga, lompat ke bab dua. Di bab tentang PENGUKURAN ini ada empat macam pengukuran yang dibahas yaitu yang menggunakan jangka sorong, mikrometer sekrup, gelas ukur, dan neraca. Hanya saja, untuk jangka sorong dan mikrometer sekrup tidak disediakan contoh soal penyelesaiannya sementara sepengalaman saya, membaca pengukuran yang menggunakan jangka sorong dan mikrometer sekrup agak ribet. Perlu penjelasan secara mendetail. Saya saja bahkan sampai menyediakan catatan-catatan kecil di samping contoh penyelesaian soal pengukuran jangka sorong dan mikrometer sekrup tersebut.
            Keempat, di hal 19, entah kenapa ada tiga soal yang berbahasa Inggris yaitu soal no 5, 6, dan 7. Entah karena tiga soal ini tercatut begitu saja dari sumber lain atau bisa juga karena disengaja. Kalaupun disengaja, sama sekali tak disinggung sebelumnya kalau buku ini bilingual.

            Kelima, di halaman 26, ada rumus tentang suhu yang nyasar di pembahasan soal tentang pengukuran menggunakan neraca.

            Keenam, di halaman 35 untuk soal no 3, saya yakin seyakin-yakinnya kalau kunci jawaban yang diberikan salah.
            Mari berhitung bersama,
            Suhu sebuah benda diukur dengan termometer Farenheit menunjuk angka 86 derajat F. Maka bila diukur dengan termometer Celcius menunjuk angka...
a.      20              b. 24                c. 30                d. 45
(Jawaban di kunci adalah C).
Penyelesaian menurut saya


See, dari cara di atas, jawaban yang tepat adalah b. 24.
Ketujuh, hal 73 no 5, soal kembali berbahasa Inggris.
Kedelapan, hal 79 jawaban seharusnya C karena sistem pesawat sederhana yang digunakan untuk menaikkan peti ke atas truk dengan papan adalah sistem pesawat sederhana bidang miring. Dari keempat pilihan, yang termasuk bidang miring adalah tangga.
Terakhir, ini mungkin hanya masalah typo. Kembali ke halaman iv, bab 17 disana tertulis vii padahal seharusnya xvii.
Meskipun ada beberapa kekeliruan dalam buku ini, saya tetap merekomendasikan kok bagi para pelajar yang ingin menggunakan Smartdiary Fisika sebagai buku penunjang pelajaran karena sepengalaman saya, bahkan buku Detik-Detik Persiapan UN pun juga tak luput dari kesalahan baik berupa typo ataupun kesalahan kunci jawaban.

Rating
Cover            : 6,5 of 7
Content         : 5 of 7


Sabtu, 24 Januari 2015

Review Novel: The Rescue (Penyelamatan), Nicholas Sparks



Judul : The Rescue (Penyelamatan)
Penulis : Nicholas Sparks
Penerjemah : Marina Suksmono
Jumlah Halaman : 488 hlm.
Genre : Family Drama, Adult Romance
Penerbit : Gramedia
Cover Designer : Eduard Iwan Mangopang
Tahun : 2005
Harga : 27.000 (beli di Bukalapak: GB Magz)
ISBN : 979-22-1564-6
Rating di Goodreads : 4.08 stars of 166,918 reviews
First Sentence : Badai ini nantinya disebut sebagai salah satu badai paling dahsyat dalam sejarah North Carolina.
Final Sentence : “Kau dengar itu, Mitch? Ibumu bilang kau tampan.”

“..... Kurasa yang membuatku sedih adalah karena takkan ada lagi pertama kali bersamamu.” Hal. 312

            Kecelakaan mobil di tengah cuaca buruk tidak akan menjadi hal terpahit yang harus Denise Holton hadapi jika saja ia tak kehilangan putra dalam peristiwa tersebut. Kyle, seorang anak berusia 4 tahun dengan perkembangan memahami bahasa yang amat terlambat, lenyap dari kursi belakang saat mobil yang dikendarai Denise Holton menabrak pohon dan membuatnya pingsan sesaat. Untungnya, seorang sukarelawan pemadam kebakaran, Taylor McAden menemukan mobil Denise, dan bersama-sama dengan regu penyelamat lainnya, ia memasuki rawa di tengah badai yang tengah berkecamuk untuk mencari Kyle. Denise sendiri tak dapat berbuat apa-apa selain menangis karena ia sendiri tengah terluka. Selain itu, fakta lain yang membuatnya semakin terpuruk dalam kesedihan adalah bahwa Kyle tidak akan menyahut jika namanya hanya dipanggil. Ia harus ditemukan. Kyle tidak akan keluar sendiri seandainya ia memang tersesat di tengah rawa.
            Setelah lima jam pencarian, Taylor-lah yang berhasil menemukan Kyle yang tengah bersembunyi di sarang bebek. Secara naluriah, Kyle langsung melompat ke pelukan Taylor dan sejak saat itu, ia selalu merasa terikat dengan sang penyelamat.
            Penyelamatan yang dilakukan Taylor membuat jalan hidup dan Denise dan pria tersebut bersinggungan. Apalagi, Judy—ibu Taylor—lah yang menghibur Denise selama ia di rumah sakit. Harap-harap cemas menunggu kabar pencarian puteranya. Selain karena telah menyelamatkan nyawa putera semata wayangnya, Denise juga terkesan pada Taylor yang memperlakukan Kyle selayaknya anak normal. Ia amat peduli pada Kyle, dan hal tersebut semakin membuat Kyle dekat dengan Taylor.
            Taylor dan Denise-pun akhirnya menjajaki hubungan sebagai sepasang kekasih. Kendati demikian, ketika Denise meminta komitmen Taylor tentang kelanjutan hubungan mereka ke arah yang lebih serius, Taylor justru berubah, cenderung menghindar, sampai suatu saat, Denise memutuskan untuk mengakhiri hubungan tersebut jika Taylor masih tak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu suramnya.
            Meski jauh di lubuk hatinya Taylor masih teramat mencintai Denise, namun peristiwa di masa lalu tersebut terus memerangkapnya. Semua hal yang ia lakukan, termasuk dalam hubungan percintaan, secara tak sadar dilakukannya hanya sebagai bentuk penyelamatan.
            Mungkin, Taylor harus merasakan kehilangan orang terdekat terlebih dahulu untuk menyadarkannya bahwa masa lalu hanyalah kenangan yang tak sepatutnya terus dibawa-bawa ke masa mendatang.
***
              Formula The Rescue memang tidak sama persis seperti Message in a Bottle tetapi entah kenapa saya selalu teringat cerita tersebut. Mungkin hal yang membuat kedua novel tersebut sama hanya karena tokoh utamanya sama-sama seorang pria dewasa dan seorang ibu single parent.
English Version (US)
            Sejak awal, The Rescue sudah menunjukkan kekuatannya sebagai sebuah novel dengan dibumbui drama keluarga, meski dalam hal ini hanya terjadi antara ibu dan seorang anak yang mengalami gangguan proses berbahasa. Denise digambarkan sebagai seorang ibu yang pantang menyerah dalam mengajari Kyle agar mampu memahami konsep bahasa. Ia datang ke berbagai dokter untuk mendapatkan keterangan mengenai kondisi Kyle, namun diagnosa yang didapatnya berbeda-beda. Ia membaca buku-buku psikologi, bahkan terpaksa harus menyisihkan uangnya untuk membeli buku yang tidak murah tersebut, untuk tahu treatment terbaik yang bisa ia berikan agar Kyle mampu seperti anak lainnya karena ia yakin Kyle tidak menderita autisme. Ia juga kerja banting tulang demi menghidupi dirinya dan Kyle setelah orang yang membuatnya hamil justru lari tanpa tanggung jawab dan kedua orangnya meninggal dunia. Sedikit warisan yang ia dapatkan pun ia gunakan untuk membeli rumah, pindah dari Atlanta ke Edenton untuk memulai hidup baru.
            Jika Denise digambarkan sebagai karakter yang tangguh, maka sang hero, Taylor McAden, justru digambarkan sebagai lelaki yang rapuh. Secara fisik, ia memang kuat. Ia berjasa besar dalam menyelamatkan orang-orang yang nyaris menjadi korban dari sebuah kecelakaan, namun secara psikis, Taylor justru didera kepedihan yang terus ia tanggung sejak usianya 9 tahun.
Peristiwa di masa lalu memang tampaknya menjadi trademark novel-novelnya Nicholas Sparks karena beberapa novel lainnya juga mengandung elemen demikian. Yang juga menjadi dalang utama mengenai kerenggangan hubungan yang dialami oleh kedua tokoh utama. Dan saya rasa, hal itu justru terasa manusiawi. Nicholas Sparks selalu memberikan ‘cela’ bagi karakter-karakter ia buat. Setahu saya, tak pernah ada karakter buatan Nicholas Sparks yang sempurna. Oh ya, dan entah kenapa Nicholas Sparks juga tak pernah tergerak untuk menciptakan tokoh utama yang kaya raya. Denise dan Katie (tokoh utama di Safe Haven) adalah contoh karakter yang mengalami kendala finansial, sementara sisanya juga berasal dari kalangan biasa-biasa saja. Paling, hanya Travis yang tampaknya lumayan berkecukupan sebagai dokter hewan. Cerita selalu bergulir di tengah masyarakat biasa sehingga membuat hal ini terasa dekat dengan pembaca. Tidak ada umbaran kemewahan yang berlebihan.
UK Version
Jangan lupa pula, seratus persen karya Nicholas Sparks adalah melodrama meskipun ada yang juga yang sedikit dibumbui komedi seperti The Choice. Nah, The Rescue adalah full melodrama. Kalau bagi saya pribadi, tear-jerker scene dalam novel ini adalah saat Kyle hilang di tengah badai dan ketika Taylor menceritakan masa lalu yang membuat hubungannya dan Denise hancur. Sebenarnya ada satu lagi sih momen mengharukan yaitu ketika Kyle mengucapkan pernyataan cinta pada ibunya padahal Denise tak pernah sekalipun mengajarkan kata-kata itu.
Entirely, novel ini sekali lagi menunjukkan kepiawaian Nicholas dalam menyajikan drama romansa berbalut drama keluarga. Jarang sekali saya bisa menamatkan sebuah novel setebal hampir 500 halaman dalam waktu sehari, dan hal itu hanya terjadi jika novel tersebut benar-benar mampu memukau saya.
Oh ya, entah kenapa novel Nicholas Sparks yang saya baca akhir-akhir ini jarang yang sad ending padahal saya juga bacanya random. Tidak berurutan sesuai tahun terbit.
           
Rating
Cerita : 6,5 of 7.
Terjemahan : 7 of 7
Cover Terjemahan : 6 of 7
Cover Asli : 6,5 of 7


 
Images by Freepik